Fungsi Pembacaan Tabel pada Excel ( Hlookup dan Vlookup)


Author: Belajar TIK | Posted at: 22:52 | Filed Under: |


Excel menyediakan fungsi if untuk melakukan pengujian atau biasa juga disebut dengan test kondisi,fungsi if biasanya digunakan untuk melakukan pengujian dimana ketentuannya dibuat dalam bentuk kalimat. Bentuk dari fungsi if jika hanya dua kondisi adalah =if(test_kondisi,nilai_bernar,nilai_salah), tetapi jika lebih dari dua kondisi bentuknya bisa digunakan =if(text_kondisi,nilai_benar,if(test_kondisi,nilai_benar,nilai_salah)), dengan kata lain jika kondisi banyak maka harus diatur nilai salahnya menjadi test kondisi lagi.Sedangkan jika ketentuan sudah dalam bentuk tabel atau sudah disusun berdasarkan kolom atau baris maka excel menyedian fungsi pembacaan tabel, memang tidak mungkin melakukan atau mengerjakannya menggunakan fungsi If tetapi sudah merupakan suatu pekerjaan yang sangat sia-sia karena membutuhkan banyak waktu. contohnya dalam pengerjaan latihan dibawah ini,

untuk mencari nama gerbong, harga tiket, tujuan/jurusan,jam pergi, jenis tiket kalau digunakan menggunakan if maka rumus if yang dipakai akan panjang karena ada 15 kondisi. untuk menyingkatnya digunakanlah fungsi pembacaan tabel dimana rumusnya sebagai berikut :=vlookup(Nilai_patokan_pencarian,sumber_tabel,nomor_kolom_yang_dicari,Match)=Hlookup(Nilai_patokan_pencarian,sumber_tabel,nomor_baris_yang_dicari,Match)dimana match bernilai true/1 atau false/0, jka tidak diberikan maka standarnya adalah 1
Untuk contoh Kasus diatas digunakan rumusmencari nama Gerbong : =VLOOKUP(B9,$B$25:$E$39,2,0)mencari harga tiket : =VLOOKUP(B9,$B$25:$E$39,3,0)mencari tujuan/jurusan : =VLOOKUP(B9,$B$25:$E$39,4,0)
jika anda perhatikan di rumus tersebut terdapat $B$25:$E$39 yang maksudnya sama dengan B25:E39 hanya saja jika kamu ketikkan rumus tersebut pada kotak c9 maka rumus tersebut jika dicopykan ke baris dibawahnya maka tidak akan manjur sehingga perlu diberi tanda dollar dimana tanda dollar tersebut menandakan absolut atau tidak akan berubah.
contohnya :

  1. Pada kotak c9 anda mengetikkan rumus =$b9*250 maka rumus tersebut jika dikopikan ke kotak d9 maka rumus yang terpoki adalah $b9 sedangkan jika dikopi pada kotak c10 maka hasilnya adalah $b10 karena $ didepan b menandakan bahwa kolom b-nya tidak akan berubah ketika rumus dikopi ketempat lain
  2. Pada kotak c9 anda mengetikkan rumus =b$9*250 maka rumus tersebut jika dikopi pada kotak d9 maka rumus tersebut akan berubah menjadi =c$9*250 sedangkan jika dikopi pada kotak c10 maka rumus tersebut akan berubah menjadi =b$9*250
    atau bentuk sederhananya saya gambarkan menggunakan kolom dibawah ini
    rumus sebelumnya rumus dicopi rumus dicopy
rumus sebelumnya      rumus dicopi       rumus dicopy

  pada kotak            ke kotak           ke kotak

     c10                   c11                 d10

===========================================================

    =a10*b10            =a11*b11        =b10*c10

    =$a10*$b10          =$a11*$b11      =$a10*$b10

    =a$10*b$10          =a$10*b$10      =a$10*b$10

  =$a$10*$b$10         =$a$10*$b$10     =$a$10*$b$10

Selamat Belajar dan semoga sukses. jika masih bingung Semoga sukses dan jika masih bingung silahkan postkan comment ada, ngak usah sungkan-sungkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: